UniqMagz: misteri
Showing posts with label misteri. Show all posts
Showing posts with label misteri. Show all posts

Zombie benar-benar ada, ini kisah asal usulnya

Zombie benar-benar ada, ini kisah asal usulnya

Reporter : Pandasurya Wijaya | Selasa, 3 November 2015 16:20
Zombie benar-benar ada, ini kisah asal usulnya Felix Mentor. ©Daily Mail



Merdeka.com - Warga di desa pedalaman Haiti boleh jadi punya bukti zombie benar-benar ada.

Pada suatu pagi di bulan Oktober tahun 1930-an, sejumlah warga desa kaget bukan kepalang dan berlarian ketakutan ketika melihat seorang perempuan telanjang muncul di tengah-tengah desa. Matanya terlihat kosong, suaranya serak dan berat.

Pada 1907, warga desa menghadiri pemakan seorang gadis bernama Felicia Felix-Mentor. Setelah beberapa tahun dia bangkit dari kubur dan membuat warga tunggang-langgang.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (3/11), sejarah mencatat, seorang jurnalis asal Amerika Serikat bernama William Seabrook pernah mendengar kisah tentang dukun di Haiti yang punya ramuan khusus untuk membuat orang mati suri.

Setelah mereka dikubur, dukun itu kemudian membangunkan si 'mayat' tapi dalam keadaan seperti orang linglung. 

Seabrook sengaja mengunjungi Haiti pada 1920-an untuk menyelidiki soal keyakinan vodoo yang dibawa ke kawasan Karibia oleh budak Afrika.

"Mereka menciptakan pelayan zombie atau budak," tulis Seabrook. "Biasanya ini untuk perbuatan jahat, tapi sering juga untuk membantu pekerjaan di ladang atau perkebunan."

Negara Haiti selama ini melarang praktik 'Zombifikasi'. 

Pada suatu malam Seabrook pernah diajak ke perkebunan gula untuk melihat tiga zombie sedang bekerja.

"Mereka bergerak seperti orang kaku (mirip robot). Mata mereka mengerikan. Saya tak pernah membayangkan yang seperti itu," tulis Seabrook. "Mata mereka seperti mata orang mati, tidak buta, tapi terbeliak."

Seabrok menulis kisahnya itu dalam sebuah buku dan pada 1932 menginspirasi film White Zombie. Hingga kini segala hal tentang zombie sudah menjadi bagian dari industri hiburan bernilai jutaan dolar Amerika.

Rahasia Kelam 'Danau Misterius' di Himalaya

Rahasia Kelam 'Danau Misterius' di Himalaya

By 
Liputan6.com, New Delhi - Di ketinggian Himalaya, terselip di sebuah jurang kecil, terdapat sebuah danau glasial yang menyimpan sebuah rahasia mengerikan tentang nasib anak manusia.
Es yang mencair selama sebulan tiap tahunnya, menguak ratusan kerangka manusia yang ada di dalam danau sedalam 2 meter. Belulang tersebut, yang di antaranya memiliki daging dan rambut, terawetkan secara alami oleh iklim dingin yang kering.
Kejadian apa yang menewaskan ratusan orang tewas di Danau Roopkund di kawasan Uttarakhand, India?
Selama bertahun-tahun, kenyataan mengerikan masih kabur. Penduduk setempat menamai lokasi yang terletak pada ketinggian 5.000 meter di atas permukaan laut sebagai 'Mystery Lake', Danau Misterius. Mitos aneh pun bermunculan.
Kerangka-kerangka itu ditemukan kali pertama oleh penjaga hutan asal Inggris pada tahun 1942. Awalnya, tulang belulang itu dikira jasad tentara Jepang yang menyusup ke India sebagai bagian dari invasi pada masa Perang Dunia II.  Namun, seperti dilaporkanAtlas Obscura, para mendiang sejatinya lebih lama ada di sana.
Lainnya menduga, itu adalah kerangka-kerangka pejuang Kashmir yang kembali dari pertempuran di Tibet pada 1841, atau bagian dari iring-iringan penguasa saat itu Raja Jasdhaval dan istrinya, Rani Balampa, yang terjebak dalam badai salju.
Pendapat lain muncul, bahwa mereka adalah jasadpeziarah China. Ada pula yang mengaitkannya dengan kisah Pandawa -- 5 serangkai anak Pandu dalam epos Mahabharata. Tapi tak satu pun dari spekulasi-spekulasi itu yang telah dikonfirmasi kebenarannya.

Seperti dikutip dari News.com.au, Minggu (12/72015), pada 2004, para ilmuwan menemukan titik terang. Jurnalis dari National Geographic membawa 30 kerangka ke Centre for Cellular and Molecular Biology di Hyderabad untuk dites DNA.
Sampel lalu dikirim ke Radiocarbon Accelerator Unit di Oxford University -- yang mengungkap bahwa kerangka-kerangka tersebut berasal dari tahun 850 Masehi.
Para ilmuwan menemukan petunjuk bahwa bagian tubuh manusia itu adalah milik peziarah dari India. Cincin, tombak, dan sepatu kulit juga ditemukan di dasar danau.
"Kerangka itu pasti adalah milik orang India, bukan China. Kami juga memiliki beberapa petunjuk tentang dari mana mereka berasal," kata Lalji Singh, Direktur Centre for Cellular and Molecular Biology seperti dikutip dari The Hindu. "Itu adalah kerangka laki-laki, perempuan dan anak-anak. Mungkin mereka adalah keluarga."
Dr Singh menambahkan, profil DNA dari beberapa kerangka cocok satu sama lain. Mereka adalah orang-orang yang memiliki tubuh tinggi dan memiliki fitur yang membedakan, dari tulang ekstra dalam tengkorak mereka. "Salah satu kerangka bahkan mengingatkan kita pada sosok Bima (salah satu Pandawa)," kata dia.

Mereka semua tewas akibat pukulan fatal ke bagian belakang kepala dengan sesuatu yang keras dan bulat, seperti bola kriket. Kala itu, orang-orang tersebut diduga terperangkap dalam badai parah dan terhantam batu yang terlontar.
Para ilmuwan yakin, masih ada sekitar 600 jenazah yang terkubur di balik lapisan salju dan es di danau tersebut.
Misteri lain terkait tempat terpencil itu adalah, sejumlah kerangka dan barang milik para mendiang dilaporkan menghilang. Entah dicuri para pendaki, tersapu badai, atau tertutup salju.(Ein/Mut)

Misteri Doppelgaenger dan Kisah 'Kembar' Ambra-Jennifer

Misteri Doppelgaenger dan Kisah 'Kembar' Ambra-Jennifer

Fenomena Aneh
By 
Liputan6.com, Texas - Kisah ini sudah jadi rahasia umum: Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln pernah mengalami kejadian aneh, ia dihantui penampakan bayangan wajahnya sendiri.
Saat bercermin, ia melihat, meski bayangan tubuhnya utuh, namun ada 2 kepala di sana. Salah satunya tambak pucat dan kabur.
Presiden ke-16 AS tersebut mungkin mengalami fenomena doppelgaenger. Namun, sebagian orang beranggapan, itu adalah pertanda buruk. Firasat tak menyenangkan itu terbukti kemudian.
Entah ada hubungannya atau tidak, Lincoln ditembak di teater Ford, Washington, Amerika Serikat, pada 14 April 1865 dan meninggal keesokan harinya tanggal 15 April 1865 pada usia 56 tahun.


Ratu Inggris Elizabeth I konon juga pernah mengalami hal serupa. Ia disebutkan pernah melihat doppelganger-nya terbaring tak bergerak di tempat tidur.
'Pucat pasi dan beku', itu deskripsi penampakan yang disaksikan sang 'Virgin Queen'. Elizabeth I adalah sosok penguasa yang kuat, tangguh, dan cerdas. Ia bukan orang yang gampang percaya dengan kisah hantu atau takhayul.



Apapun, sang ratu tahu benar, ada keyakinan dalam masyarakat yang menganggap hal seperti itu adalah pertanda buruk. Elizabeth I meninggal tak lama setelah melihat 'kembarannya' itu.
Fenomena serupa dialami Ambra dan Jennifer. Bedanya dengan Lincoln, 'penampakan' yang mereka lihat adalah nyata.
Ambra berusia 23 tahun dan tinggal di Fayetteville, North Carolina. Sementara, Jennifer yang berusia 33 tahun tinggal di Spring, Texas. Kedua perempuan tersebut sama sekali tak berhubungan darah. Keluarga bukan, kerabat pun tidak. Namun, mereka sangatlah mirip. Nyaris identik.
Twin Strangers
Ambra dan Jennifer kali pertama terhubung melalui situs Twin Strangers, sebuah proyek online yang berniat membantu orang-orang menemukan 'doppelganger' mereka di pelosok Bumi lain.
Dua perempuan itu menyadari kemiripan satu sama lain setelah Jennifer mengunggah fotonya pada situs itu. "Suatu hari, setelah pulang kerja, aku membaca tentang situs Twin Strangers," kata Jennifer dalam video dokumenternya, seperti dikutip dari News.com.au, Selasa (1/9/2015). 
"Lalu, aku iseng mendaftarkan diriku, dan yang sama sekali tak kusangka, aku akhirnya bertemu dengan 'kembaranku'."
Saat kopi darat, Jennifer dan Ambra sama-sama terkejut. "Aku langsung berpikir, 'Oh Tuhan, ada seseorang yang memiliki wajah yang sungguh mirip denganku'," kata Ambra.
Jennifer yang penasaran berusaha mencari tahu, apakah ia dan 'kembarannya' itu punya kemiripan secara personal. "Kami berusaha mencari tahu kesamaan yang kami miliki, selain penampilan. Sungguh menyenangkan memiliki seseorang yang benar-benar mirip."
Keduanya lantas melakukan sesi foto. Baju, dandanan, dan tatanan rambut disamakan. "Ada momentum setelah kami berdandan, aku memandang ke kaca. Awalnya aku mengira melihat pantulan diriku, namun ternyata bukan. Angle cerminnya tak mengarah padaku," kata Jennifer.
"Saat menyadari kesalahan, aku membalikkan cermin dan terkejut bukan kepalang saat melihat bayangan kami berdua. Rasanya bikin merinding, seperti melihat 'hantu' diri kita sendiri," kata Jennifer.
Salah satu momentum paling mengharukan dalam video ketika ibu Jennifer, Karen bertemu Ambra.
Karena merasa tak percaya, ia bahkan bertanya apakah Ambra anak adopsi. Ia penasaran, jangan-jangan perempuan muda itu adalah putrinya yang tak ia ketahui atau mungkin anak kerabatnya.
"Kamu sangat mirip dengan putriku. Bahkan senyum kalian serupa. Bagaimana mungkin?," kata dia.
Twin Strangers digagas perempuan dari Dublin, Irlandia, Niamh Geaney dan 2 rekannya, Harry English dan Terence Manzanga, April tahun ini.
Situs juga bermula dari kejadian serupa. Geaney bertemu dengan 'doppelganger'-nya, seorang perempuan Irlandia yang tinggal di area yang jaraknya 30 menit mengemudi dari rumahnya. Ia kemudian memulai proyek untuk mempertemukan orang-orang asing yang penampilannya identik.
Jennifer and Ambra, yang tinggal di Amerika Serikat, adalah salah satu bukti kesuksesan programnya. (Ein/Tnt)

Misteri Hilangnya Puluhan Otak Manusia di Texas

Misteri Hilangnya Puluhan Otak Manusia di Texas

By 
Liputan6.com, Austin - Puluhan otak manusia hilang dari Univeritas Texas di Austin, Amerika Serikat. Kabar itu menggemparkan seluruh isi kampus.

"Kemungkinan ada yang mencuri otak yang disimpan di dalam botol di lantai bawah tanah," ungkap Profesor Tim Schallert dari universitas tersebut, seperti dimuat BBC, Kamis (4/12/2014).

Profesor Schallert mengungkapkan, otak-otak itu digunakan untuk penelitian dan bahan mengajar.

Profesor Schallert mengatakan, salah satu otak adalah milik Charles Whitman, kriminal yang melakukan penembakan di Austin pada 1966. Whitman menewaskan 16 orang sebelum ia ditembak mati polisi.

Serangan Whitman di Universitas Texas pada 1966 juga menelan korban di lokasi berbeda di Austin,  termasuk ibu dan istri pelaku. Whitman sempat bersembunyi di area universitas sebelum ia ditembak polisi.

"Kami kira ada orang yang mencuri otak-otak ini namun kami belum begitu pasti," tutur Schallert.

Rekannya, Profesor Lawrence Cormack mengatakan, "Kemungkinan informasi tentang otak ini beredar di antara mahasiswa, dan otak-otak ini mulai berpindah tangan untuk dipajang dan menjadi bahan kelakar untuk Halloween."

Rumah sakit pemerintah Austin memindahkan otak-otak ini ke Universitas Austin sekitar 28 tahun lalu, berdasarkan perjanjian kerja sama sementara.

Pihak universitas menyatakan akan menyelidiki seputar hilangnya koleksi (otak) yang berada di tempat itu hampir 30 tahun.
Dilansir dari News.com.au, 100 otak yang tersisa di sekolah itu telah dipindahkan ke Norman Hackerman Building.
"Untuk dipindai dengan menggunakan peralatan pencitraan resonansi resolusi tinggi," ungkap Professor Psikologi Lawrence Cormack.

"Gambar-gambar MRI itu akan digunakan baik untuk pengajaran dan penelitian.