Tiga tersangka itu dianggap berkomplot untuk memperkosa dan menganiaya Eno secara sadis. Untuk memastikan peranan masing-masing tersangka, polisi telah menggelar prarekonstruksi di lokasi kejadian, yaitu mes Polita, Ahad malam lalu. Berdasarkan prarekonstruksi tersebut, terlihat sejumlah kejanggalan yang masih menyelimuti kematian gadis asal Serang, Banten, itu.
Kejanggalan pertama adalah keterangan RA yang mengaku sudah sebulan menjadi pacar Eno. Teman-teman Eno menyangsikan keterangan itu, sebab usia RA jauh lebih muda dari korban. Apalagi, selama ini, Eno dikenal bersikap dingin kepada laki-laki. "Korban dikenal tertutup dan pendiam. Teman kerja dan keluarganya tidak tahu jika korban punya pacar, "ujar Kapolsek Teluk Naga Ajun Komisaris Supriyanto.
Sempat muncul anggapan jika RA menjadi otak kejahatan itu. Alasannya, dialah orang yang mengenal dan memiliki masalah dengan korban. Karena itu, dia memiliki motif kuat menyakiti Eno. Namun anggapan ini terasa janggal. Sebab, dari proses rekonstruksi, RA justru lebih banyak menjalankan perintah dari Imam dan Dayat.
Kejanggalan berikutnya juga terlihat dalam hubungan antara RA, Imam, dan Dayat. RA tidak kenal dengan dua pemuda itu sebelumnya. Namun mereka bisa berkomplot untuk menyakiti korban.
Kepada polisi, RA mengaku kesal saat meninggalkan mes Eno pada Kamis malam, 12 Mei lalu. Dia bertemu dengan Imam dan Dayat di dekat mes. Dua pemuda itu bertanya ihwal hubungan RA dengan Eno. RA saat ini menjawab tidak memiliki hubungan apa-apa. Namun dia justru mau ketika diajak kembali mendatangi korban. RA bahkan terlibat secara langsung memperkosa dan menganiaya Eno.
Kejanggalan lain adalah tindakan tersangka yang secara sadis menganiaya korban menggunakan gagang cangkul. Tindakan itu seakan-akan menunjukkan bahwa tersangka memiliki dendam terhadap korban.
Kepada polisi, RA mengaku kesal saat meninggalkan mes Eno pada Kamis malam, 12 Mei lalu. Dia bertemu dengan Imam dan Dayat di dekat mes. Dua pemuda itu bertanya ihwal hubungan RA dengan Eno. RA saat ini menjawab tidak memiliki hubungan apa-apa. Namun dia justru mau ketika diajak kembali mendatangi korban. RA bahkan terlibat secara langsung memperkosa dan menganiaya Eno.
Kejanggalan lain adalah tindakan tersangka yang secara sadis menganiaya korban menggunakan gagang cangkul. Tindakan itu seakan-akan menunjukkan bahwa tersangka memiliki dendam terhadap korban.
No comments:
Post a Comment